Ringkasnya: warga desa butuh layanan yang sama dengan warga kota (kirim paket, bayar tagihan, tarik tunai, beli tiket), tapi sering harus pergi jauh untuk mendapatkannya. Usaha digital di desa menjawab kebutuhan itu sekaligus menjadi sumber penghasilan baru.
Di banyak desa, ATM, kantor ekspedisi, dan loket pembayaran berada di kecamatan atau kota terdekat. Waktu dan ongkos perjalanan membuat layanan sederhana terasa mahal. Siapa pun yang bisa menghadirkan layanan itu di desa akan sangat dibutuhkan.
Layanan yang paling dibutuhkan warga desa
- Tarik tunai dan transfer, termasuk untuk penerima bantuan sosial dengan kartu PKH/KIP/Tani.
- Bayar tagihan: listrik, BPJS, PDAM.
- Kirim paket untuk hasil kebun, kerajinan, atau kiriman ke keluarga di kota.
- Pulsa dan paket data.
- Tiket perjalanan untuk perantau yang pulang kampung.
Peluang untuk produk desa
Hasil bumi dan kerajinan desa bisa dijual ke luar daerah lewat online. Dengan titik kirim paket di desa, warga tidak perlu ke kota untuk mengirim barang dagangannya. Lihat tips kirim paket jarak jauh.
Bisa dijalankan siapa?
Perorangan seperti pemilik warung, perangkat desa melalui BUMDes, atau koperasi. Untuk lembaga, ada skema kemitraan khusus. Baca kemitraan koperasi dan BUMDes.
Hadirkan layanan kota di desa
- Mesin EDC Android untuk tarik tunai, transfer, kirim paket dan cetak struk PPOB; menerima kartu GPN, Visa, Mastercard dan kartu bansos.
- 8 ekspedisi dengan jangkauan seluruh Indonesia.
- 2.000+ produk PPOB dan tiket perjalanan.
Daftar sebagai agen atau ajukan kemitraan lembaga.