Ringkasnya: overselling terjadi ketika barang terjual di lebih dari satu marketplace padahal stoknya tinggal satu. Akibatnya pesanan dibatalkan, rating turun, dan toko bisa terkena penalti. Solusinya: satu sumber stok yang otomatis sinkron ke semua channel.
Berjualan di banyak marketplace memperluas jangkauan. Tapi mengatur stok secara manual di setiap toko membuat kesalahan hampir pasti terjadi, apalagi saat promo besar.
Kenapa overselling berbahaya?
- Pesanan harus dibatalkan, pembeli kecewa.
- Tingkat pembatalan tinggi bisa menurunkan performa toko di marketplace.
- Waktu habis untuk meminta maaf dan mengurus pengembalian dana.
Cara mencegahnya
1. Satu sumber data stok
Semua channel harus mengambil stok dari satu sistem. Saat barang terjual di Shopee, stok di Tokopedia dan TikTok Shop ikut berkurang otomatis.
2. Stok penyangga
Untuk produk laris, tampilkan stok sedikit di bawah stok fisik sebagai cadangan.
3. Catat barang masuk dengan disiplin
Setiap barang masuk harus diinput ke sistem saat itu juga, lengkap dengan lokasi rak.
4. Stock opname rutin
Cocokkan stok fisik dan sistem secara berkala untuk menemukan selisih sejak dini.
Gunakan WMS
Warehouse Management System (WMS) mengotomatiskan semua langkah di atas. Cocok untuk seller yang sudah punya gudang dan tim sendiri.
SIMASRIM Omnichannel WMS
- Terintegrasi dengan Shopee, Tokopedia, Lazada, Bukalapak, Blibli, TikTok Shop, Zalora, Akulaku dan lainnya.
- Stok berkurang di satu channel, channel lain ikut ter-update.
- Multi-gudang, lokasi rak, serta tipe dan nomor seri (IMEI).
- Tidak punya gudang? Titip stok di fulfillment SIMASRIM.
Coba demo di halaman Fulfillment & WMS.